Minggu, 28 Agustus 2016

Penerapan Deduksi Pertama Kali

                   aku adalah salah satu penggemar novel Sherlock Holmes, aku bahkan berniat mengkoleksi bukunya mulai dari "Penelusuran Benang Merah" sampai "buku Kasus Sherlock Holmes" saat ini aku hanya punya satu.
                  saking sukanya aku terhadap sherlock holmes, aku sampai mempunyai mimpi untuk menjadi detektif. ya.. setidaknya menjadi anggota kepolisian bidang investigasi. aku tipe orang yang mudah bosan dan tidak suka dengan rutinitas. aku selalu ingin sesuatu yang baru setiap harinya. aku mulai menerapkan Ilmu Deduksi Sherlock Holmes di kehidupanku, mulai dari menebak tempat temanku menyembunyikan buku dan perlengkapan ku yang lain di sekolah, sampai hal-hal sepele seperti menebak kapan dan dimana temanku membeli Es Milo berwadahkan plastik yang diikat dengan karet.
                   sebenarnya aku memiliki suatu pengalaman yang biasa saja, tapi bagiku dan keluargaku sangat merugikan. semua bermula pada malam itu, waktu menunjukkan pukul 11.30 PM langit diluar berwarna kecoklatan karena bercampur dengan awan mendung yang merata dari ujung ke ujung. sangat jarang aku melihat bintang malam itu. keadaan di luar rumah sangat gelap dan sepi, hanya sesekali terdengar suara tertawa dari orang-orang sekitar yang begadang hingga dini hari. rumahku atau lebih tepatnya rumah kedua orang tuaku bertingkat. bagian bawah sebagai toko, dan bagian atasnya sebagai rumah yang berisikan perabotan yang umum yang ada di setiap rumah. tepat di tengah lantai dua terdapat tangga menurun yang langsung menuju ke bagian perbatasan antara toko dan dapur. dan tepat di depan tangga di lantai dua terdapat ruang yang cukup lebar sekitar 4x4 meter. di samping kiri tangga terdapat sebuah lorong kecil yang mengarah ke 2 kamar dan kamar mandi di bagian pojok. di depan tangga persis di lantai 2 terdapat pintu yang mengarah ke balkon depan. ruangan 4x4 meter itu berisikan meja dengan komputer, dan bupet. setiap malam aku tidur di ruangan itu beralaskan kasur spons bersama saudaraku.
                   malam itu aku sangat lelah, bahkan tidak mempunyai semangat sama sekali untuk membuka komputerku. tidurku sangat lelap, kebetulan malam itu bapakku tidur tepat di depan pintu lantai 2 yang menghadap ke balkon. karena memang setiap malam suhu di sini sangat panas, siang dan malam tidak ada bedanya. kami ber 3 di ruangan itu tidur sangat lelap bahkan sampai lupa dan membiarkan pintu balkon terbuka lebar.
                  paginya jam 3 aku terbagun dari tidur karena ingin buang angin besar.. aku turun ke bawah dan pergi ke toilet di lantai 1 karena toilet di lantai 2 tidak mempunyai WC, dini hari itu aku maish sangat mengantuk bahkan tidak menyadari kalau motor yang biasa di parkir di ruang dapur tidak ada. setelah puas buang air besar aku lalu pergi ke atas untuk melanjutkan tidurku.
                  selang beberapa menit, bapakku turun ke bawah dan betapa terkejutnya ia bahwa motor yang ada di dapur sudah lenyap. seluruh anggota keluarga sangat panik malam itu. bagai mana ini bisa terjadi? saat itu keluargaku memang mempunyai kebiasaan yang sangat ceroboh tepat di depan tangga di lantai 1 terdapat gantungan untuk kunci. disana biasanya terdapat kunci pintu dapur, kunci sepeda motor, dan kunci toko. semua anggota keluargaku saling menyalahkan waktu itu. yang hilang tidak hanya kunci tetapi juga HP milik kakakku yang tergeletak di bagian ujung bupet yang dekat dengan tangga menuju lantai 1. beberapa kemungkinan sempat terlintas. pertama , pelaku berhasil membuka pintu belakang dan mengambil sepeda motor, lalu mereka naik ke lantai dua untuk mengambil barang berharga yang lain tapi karena di situ ada 3 orang makanya pelaku hanya mengambil barang berharga terdekat. kedua pelaku lewat atap tetangga lalu turun di balkon lantai dua yang pintunya sedang terbuka, lalu secara mengendap-endap ia melewati bapakku yang sedang tidur di depan pintu dan mengambil barang yg mudah di ambil yaitu handphone, aku rasa hanya 1 pelaku yg lewat pintu atas sebab jika 2 orang terlalu beresiko, lalu pelaku mengambil kunci belakang, juga kunci sepeda motor dan membawa temannya masuk untuk mencuri sepeda motor. akurasa pencurian ini cukup terencana, jika tidak.. maka pelaku benar-benar beruntung krn tidak pelu repot-repot membobol kunci pintu belakang dan kunci sepeda motor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar